<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: Selamat Idul Fitri 1429 H</title>
	<link>http://blognaachmad.blogsome.com/2008/09/30/selamat-idul-fitri-1429-h/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 14:42:18 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: kuyus</title>
		<link>http://blognaachmad.blogsome.com/2008/09/30/selamat-idul-fitri-1429-h/#comment-116</link>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2008 15:03:02 +0000</pubDate>
		<guid>http://blognaachmad.blogsome.com/2008/09/30/selamat-idul-fitri-1429-h/#comment-116</guid>
					<description>Minal aidin juga ya ..
Walau telad khan yang penting niatnya. Pulang kampung kemana?  .. </description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Minal aidin juga ya ..<br />
Walau telad khan yang penting niatnya. Pulang kampung kemana?  ..
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: Mohon maaf lahir dan bathin ^^!</title>
		<link>http://blognaachmad.blogsome.com/2008/09/30/selamat-idul-fitri-1429-h/#comment-111</link>
		<pubDate>Wed, 08 Oct 2008 05:18:39 +0100</pubDate>
		<guid>http://blognaachmad.blogsome.com/2008/09/30/selamat-idul-fitri-1429-h/#comment-111</guid>
					<description>Gema takbir berkumandang. Orang-orang beranjak pulang. Menjemput maaf yang telah datang. Dalam ikhlas yang bergema lantang. Atas usai sebuah perang. Menahan asa yang berjalan panjang. Lihatlah alam tersenyum lapang. Melihat ampunan luas membentang. Tak ada lagi hati yang berang. Tak ada lagi duka berdentang. Karena jiwa kini berdendang. Menuju fitrah berseru riang. Duhai manusia berpeluh sayang. Kuhaturkan salam tanpa usang. Juga tulus tanpa bimbang. Mari menempuh hidup yang terang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Gema takbir berkumandang. Orang-orang beranjak pulang. Menjemput maaf yang telah datang. Dalam ikhlas yang bergema lantang. Atas usai sebuah perang. Menahan asa yang berjalan panjang. Lihatlah alam tersenyum lapang. Melihat ampunan luas membentang. Tak ada lagi hati yang berang. Tak ada lagi duka berdentang. Karena jiwa kini berdendang. Menuju fitrah berseru riang. Duhai manusia berpeluh sayang. Kuhaturkan salam tanpa usang. Juga tulus tanpa bimbang. Mari menempuh hidup yang terang.
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
