SEMPIT BATIN INI………..

April 24, 2007

SEMPIT 

batinku sesak dengan segala beban hidup
nafasku berat terhimpit rintang yang semakin menyudut

adakah sedikit udara sejuk yang bisa aku hirup?
atau sedikit ruang kosong yang bisa lapangkan nafasku?

semakin lama aku jejakkan kaki di bumi Illahi
semakin banyak aral yang harus aku terjang………..

semakin aku mencoba untuk menghilang
semakin kencang cobaan mengejarku………..

semakin aku coba untuk pungkiri
semakin diri ini sadar bahwa hidup tak hanya senang……….


05-04-2007 malam harinya……

April 6, 2007

 

Renunganku……………… 

malam ini..
duduk aku dalam bilik kecil dan sunyi..
sejenak hatiku luruh dalam hening gelapnya malam..
dalam simpuhku keeja setiap lembar masa laluku yg tak berarti…
sepotong musik menemani renungku..
burai air mata ini…
tumpah menggenangi lembar keangkuhanku…
bait demi bait irama mengeja setiap langkah kelam..
sadar…akan keangkuhanku…

Tuhan….. Engkaulah segala kebesaran…


UNTUKMU SAHABATKU……

April 4, 2007
 
SAHABATKU……. 
 
Memori indah kenangan kita bersama
Merangkai hari – hari penuh keceriaan
Merajut asa meraih cita
Bersama kita wujudkan

Sahabat, suka duka telahpun kita lalui bersama
Saat aku melakukan kekhilafan
Engkau mengoreksinya dengan lembut
Saat aku terjatuh
Engkau mengulurkan tanganmu
Mengajakku untuk kembali bangkit

Sahabat, gembiraku jua menjadi sukamu

Namun, suatu waktu kamu juga menegurku secara keras
Hmmm, hal itu memang wajar saat aku membutuhkan
Sesuatu yang dapat menghidupkan hatiku, mengingatkanku!!

Walau kini kita tidak lagi bersama,
Dirimukan slalu kuingat dalam setiap doaku
Aku bersyukur karena Alloh telah mempertemukan kita
Aku bersyukur mendapatkan seorang teman sepertimu

Hari – hari yang telah kulalui bersamamu
Sangat manis walaupun itu adalah duka
Cobaan yang kita hadapi telah mendewasakan diri ini

Sahabat, aku mencintai dan menyanyangimu karena Alloh
Semoga ikatan indah ini akan selalu terjalin di dunia dan diakhirat
Semoga Alloh menghimpun kita dalam firdausnya

 
MAKASIH ATAS KEBAIKAN YANG KALIAN BERIKAN KEPADAKU SELAMA INI. 

IBU………,ANAKMU BERDOA

April 1, 2007
 
 
Bunda, anakmu berdoa
dengan segala rasa

dengan apa aku meminta
seisi langitpun belum cukup sebagai jasa

aku yang lupa akan kebaikanmu
berharap ridhamu aku menunggu

bunda, jika benar syurga itu
memang di telapak kakimu

kini, aku mohon
ikhlaskan daku menuju beban

bunda, beribu doa aku panjatkan
seiring munajat berharap ampunan………..emoticon


KUATKANLAH AKU YAH……..TUHAN

 
KUATKAN AKU 
 
Suatu ketika pernah ku berfikir untuk lari dari semua beban yang semakin menghimpitku
Namun lariku tak sekencang angin yang menerbangkan coba itu hingga kembali ke pundakku
Pernah ku berfikir untuk pura tak acuh atas berita yang mengusik fikirku
Namun akhirnya aku kembali terpekur dengan hal-hal yang lebih menyita energiku

Suatu ketika ku coba untuk menengok ke arah yang lebih lapang ternyata masih banyak coretan peta yang harus aku tempuh ke depan
Pernah ku coba untuk membelokkan arah peta itu
Namun tak urung aku kembali ke arah jalan dimana aku mulai merubahnya
Ketika aku semakin letih untuk mencari sisa-sisa pengharapan, mengais sedikit kesempatan yang mungkin masih bisa aku turutkan hingga akhirnya berputus dari segala kemungkinan
Saat itulah aku temukan Engkau yang tak pernah letih memberiku ujian untukku bisa menjadi kuat
Engkau berikan aku teman yang dengannya aku peroleh sedikit ketenangan
Walaupun terkadang aku mengecewakan mereka yang telah begitu baik mau menerima manusia yang penuh kekurangan seperti hambaMu ini

Jika ku masih diberi pengharapan, aku ingin berikan sedikit penghargaan bagi mereka yang memberiku kekuatan hingga ku tetap tersenyum dengan segala pemberian Tuhan(Allah SWT)


IBU,AKU MERINDUKANMU….

 
 
SENYUM BUNDA 
 
 
Bunda
ingin kurangkai kata
yang mampu mengukir senyum diwajahmu
yang keriput dimakan waktu

Bunda
inginku buatmu bahagia
tapi disini nanda hidup berjuang dijalan
kanan dan kiri berjurang

Bunda
ingin kugantikan disaat sakitmu
agar kulihat senyum sejatimu
tapi nanda tiada berdaya merubah takdir yang Esa

Bunda
ingin kulihat bahagiamu dipenghujung usia senja
menapak bahagia
yang tak kutau kapan datangnya
maafkan nanda…